Sebelumnya, gue minta maaf karena lagi dan lagi, gue ninggalin blog ini tanpa tanda jasa permisi atau apa gitu yang menyatakan bahwa gue akan tidak update untuk jangka waktu yang tidak menentu.

Tapi yang lalu biarlah berlalu, kemarin-kemarin gue gak bisa update gara-gara sibuk pemantapan, UAS, dan yang baru aja tadi siang selesai, UN *horee buat gue* . Dan alhamdullilah lancar jaya huehehehe.

Oke, jadi langsung aja kita ke inti postingan ini….. Yaitu 8 hal yang sulit untuk dilakukan versi gue, jangan lupa.

Here they are!

1. Bangun di pagi hari

Ini standar banget. Bagi sebagian orang termasuk gue, bangun pagi-pagi itu kadang sulit dilakukan kadang mudah, tergantung kemarinnya dia begadang apa enggak, betul? Nah gue sendiri selama 3 hari pelaksanaan UN tidurnya selalu diatas jam 1 tapi bisa bangun jam setengah 6. Jadilah ngantuk parah selama ngerjain soal.

Karena ini hal yang standar, gue langsung ke tips cara bangun pagi aja.

Tips: Sebelum tidur berdoa dulu. Jika sudah selesai dilanjutkan dengan memukul bantal sebanyak jam berapa elu mau bangun, kemudian berkata “bangunkan saya/aku/gue jam (sesuai jumlah pukulan). Misal, lu pukul bantal sebanyak 1..2..3 sampai 7 kali, kemudian elu bilang “bangunkan gue jam 7”, maka lu akan bangun jam 7 keesokan harinya.

Gue dapet tips ini waktu kelas 2 SMP di kaskus dan gue praktekin sampe sekarang. Nyaris enggak pernah gagal. Kadang-kadang malah gue bisa bangun 1 jam atau 30 menit lebih awal dari alarm yang gue setel, atau malah sebaliknya, sejam setelahnya. Yang perlu diingat adalah, ini tetap mengacu pada jam berapa lu tidur. Kalo lu tidur jam 2 pagi tapi pengen atau harus bangun jam 5 pagi, maka mukul-mukul bantal doang enggak cukup, harus ada niat dalam hati kalo lu bener-bener harus bangun jam 5.

Tingkat kesulitan: 4/10

Lanjooottt

2. Memulai pertama kali/langkah pertama

Apapun yang dimulai pertama kali pasti terasa berat. Mulai berkenalan, mencari teman baru, mulai masuk sekolah, masuk kuliah, memulai untuk belajar dll dkk dsb dst. Sampai ada pepatah mengatakan, “perjalanan 1000 mil diawali dengan langkah pertama” ada juga pepatah yang pake bahasa inggris, atau quote biar lebih enak, “the first step is always the hardest part” terjemahan bebasnya: langkah pertama itu selalu bagian yang paling sulit. 100% benar.

Gak jarang, untuk memulai langkah pertama ini kita pasti minta saran sama yang udah pernah melakukan hal yang akan kita lakukan untuk pertama kali. Bahkan yang kita mintai saran pun pasti meminta saran sama yang udah pernah melakukannya sebelum seseorang yang tadi sedang kita mintai saran. <—- Bagian ini boleh di skip.

Gimana tipsnya?

1. Meminta saran sama yang udah berpengalaman.
2. Jangan takut untuk mencoba, sesulit apapun itu kelihatannya.
3. Udah.

tingkat kesulitan: 8/10

3. Memulai kembali/start over

Nah, ini hampir sama kayak first step, cuma ini first step di kesempatan kedua. Misalnya orang habis putus/cerai kemudian balikan/rujuk mereka pasti akan memulai sesuatu yang sudah pernah mereka lakukan tapi mereka ngasi kesempatan kedua untuk memulai lagi.

Pernah denger dialog gini di film?

“come on! we can start over” kata si cowok membujuk penuh harap sambil memasang muka memelas.
“Hey, we didn’t even start yet” bales yang cewek sambil membuang muka dan perlahan meninggalkan si cowok termenung sendirian.

Kira-kira seperti itu dialog yang gue denger di sebuah film, gue lupa film apaan.

Itu artinya hubungan mereka sebatas temen dan si cowok kejebak friendzone. Jadi gak ada kesempatan kedua, mulai aja belum.

Gimana cara ngakalinnya?

Move on dari peristiwa sebelumnya dan kasi kesempatan kedua! *jomblo eh single aja sok-sokan ngasi tips beginian*

tingkat kesulitan: 8,4/10

4. Flashback/Mengenang kembali *agak maksa*

Ini nih yang bikin seseorang rentan terserang galau. Bahkan gue yang single sering kena beginian. Flashback ini masuk daftar gue karena sulit untuk di tolak kemunculannya. Dateng tiba-tiba, begitu korban udah mulai gundah, si flashback kabur entah kemana.

Biasanya dimulai dari mendengarkan lagu-lagu yang di shuffle sambil tidur-tiduran di kasur yang empuk, tanpa sadar lagu selanjutnya itu yang ada hubungannya dengan kenangan yang menurut kita pahit. Jadilah flashback yang pahit-pahit. Padahal flashback itu juga ada yang manis, contohnya mengenang kebersamaan dan kenakalan waktu SMA mengingat gue akan menanggalkan seragam SMA gue.

Cara mengatasinya?

Nikmatin ajaaa. Sepahit-pahitnya kenangan kalau nanti kita bisa mendapatkan yang lebih dari itu kita bakalan tertawa minimal senyum saat mengenang kenangan pahit.

tingkat kesulitan: 7/10

5. Mencari ide atau inspirasi

Ini sebenernya gampang, dimana dan kapan saja ada, cuma kita aja yang kurang peka dan enggak bisa mengembangkannya.

skip

tingkat kesulitan: 5,5/10

6. Enggak berharap lebih

Bahasa kerennya, ekpektasi yang tidak berlebihan. Entah itu berharap gebetan sama-sama suka juga, bakalan naik pangkat/jabatan, atau apapun itu yang berhubungan dengan harap berharap.

Berharap itu sah-sah saja jika dibarengi dengan doa dan usaha yang seimbang.

Udah gitu aja.

tingkat kesulitan: 7,6/10

7. Budaya ngaret

Yang ini, masih sangat mendarah daging di negeri kita. Janjian jam 8 baru berangkat jam 8 kurang 2 menit. Biasanya dilakukan oleh orang yang tempat tinggalnya paling dekat dengan lokasi, entah itu sekolah, restoran atau mal. Kenapa gue tau? Karena gue sendiri menganut budaya ini. Jarak sekolah gue kurang lebih 2km kalo gak salah. Cuma 5 menit kurang naik motor. Tapi anehnya gue sendiri sering telat. Masuk kelas jam 7, gue berangkat jam 7. Kurang hebat apalagi coba. Parahnya budaya ini sampe kebawa-bawa kalo gue harus berpergian ke tempat yang waktu tempuhnya 20 menitan. Janji jam 2, jam 1.40 gue baru siap-siap.

Cara mengatasinnya?

Gue udah nyoba buat siap-siap sejam sebelumnya. Jadi 30 menit sebelum waktu yang dijanjikan gue udah siap dan tinggal berangkat. Tapi kenyataannya susah banget. Gue masih aja sering ngaret.

Intinya gagal total.

tingkat kesulitan: 9,3/10

8. Konsisten

Alright everyone, brace yourself! Cause this is the real deal! The hardest thing to do in the woooooooorld!

Jelas pake banget. Konsisten itu buat gue adalah hal yang SANGAT SUSAH buat dilakuin. Contoh aja, nulis blog. Belum-belum gue udah ninggal lagi, ninggal lagi. Rencana gue untuk nulis blog seminggu sekali ternyata masih sulit dan buyar begitu saja. Sama halnya dengan belajar. Hari ini belajar, besok belajar, 2 hari lagi masih belajar, sampe akhirnya lupa kalo udah 2 minggu gak belajar-belajar.

Ini masalah yang sangat serius. Konsistensi, berawal dari hal yang kita sukai dan biasanya gampang juga asik dilakukan di awal, tapi sampai tengah kita udah bosen duluan. Akhirnya lupa dan kembali ke nomer 3. memulai kembali. Karena memulai kembali itu susah, jadinya ditunda-tunda sampe lupa udah beberapa tahun gak melakukan hal yang dia mulai beberapa tahun silam.

Caranya?

Gue masih kesulitan buat mempertahankan konsistensi. Menurut gue sih harus dilakuin terus menerus sampai jadi kebiasaan. Karena kebiasaan itu susah untuk dihilangkan. *ah sok bijak*

Oke, jadi segitu aja postingan kali ini. Lumayan panjang gue kira untuk postingan comeback *sepak bola kali comeback*

Tingkat kesulitan: 9,8/10
 

=======

Catatan: Semua penilaian diatas berdasarkan pandangan gue. Jadi pasti berbeda menurut pandangan kalian. Namanya aja “versi gue”.

Advertisements