Tags

, , , ,

Halo-halo, ketemu lagi sama gue setelah 1 semester absen ngeblog. Ternyata, kuliah itu memang bener-bener menguras tenaga, emosi dan otak. Gimana enggak, 1 semester pertama kesibukan yang gue dan teman-teman yang lain bener-bener padat dan bisa dibilang agak gila =)) . Ini jujur, seriusan, bukan alasan yang gue buat untuk menutup-nutupi kemalesan gue ngeblog. Nah, postingan ini juga adalah sebuah kesan dan pesan gue sebagai mahasiswa yang baru menyelesaikan semester perdananya dan sekarang berlanjut ke semester 2. Sebelum langsung ke kesan dan pesan, ada baiknya gue awali dengan salam, dan ditutup dengan pemotongan tumpeng. Eh enggak deng. Maksudnya akan gue awali dengan cerita-cerita yang mungkin bisa berguna untuk temen-temen yang masih memakai seragam SMA dan akan menghadapi UN untuk selanjutnya melanjutkan kuliah. Udah siap? Here we go

Sebagaimana diketahui, gue kuliah di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. Layaknya sebuah universitas, UB pun pasti memiliki rangkaian ospek (yang disebut PK2 yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus) yang wajib diikuti oleh Maba-maba yang mukanya masih fresh. Untuk ospek universitas enggak perlu banyak dibahas karena enteng banget sumpah. Setelah ospek universitas kelar, baru dilanjutkan dengan ospek fakultas dan jurusan yang akrab di sebut krida. Gue gak begitu paham arti krida, tapi kalo menurut KBBI artinya kegiatan atau semacam itulah. Untuk sebutan resminya, krida adalah PROBINMABA (Progam Binaan Mahasiswa Baru).

PROBINMABA dibedakan menjadi 2, yaitu jurusan dan fakultas. Yang membedakan cuma jadwalnya yang bergantian. Misalnya minggu ini jurusan, minggu depan fakultas. Begitu seterusnya tergantung situasi dan kondisi. Nah, krida ini berjalan selama 1 semester dengan jadwal tiap hari sabtu pukul setengah 5 pagi sudah harus stand by di sekitar dekanat. Tapi enggak mesti tiap sabtu kok, agendanya itu 4 kali fakultas dan 4 kali jurusan, begitu terus secara bergiliran. Misalnya minggu ini krida, 2 minggu kedepan enggak ada, minggu depannya lagi baru diadakan. Jadwal yang enggak pasti kayak gini bikin rencana main hari sabtu harus rela buyar demi krida yang pengumumannya agak mendadak (biasanya 2 hari sebelum krida). Oh iya, ada 2 tata tertib yang mutlak. Yang pertama bagi cowok, rambut wajib botak dibawah 1 cm, selama 1 semester. Kalo di jurusan gue, khususnya angkatan gue, konsekuensi rambut gondrong (diatas 1 cm) harus potong dengan alat cukur angkatan… Tata tertib yang kedua, harus memakai jas almamater selama 1 semester juga.

Di krida jurusan, ada yang namanya Tugas Krida. Tugas ini adalah cikal bakal dari kuliah studio yang sekarang sedang gue alami. Tugas yang bener-bener menguras waktu dan tenaga dan juga pikiran. Beuh, sibuknya kebangetan walaupun cuma 1 sks. Makanya, jangan heran kalo tugas krida bisa mengalahkan mata kuliah lain yang mencapai 3 sks. Memangnya sepenting itukah tugas ini? IYAA, banget. Di mata kuliah studio nanti, malah kata kakak tingkat gue, bakal lebih hebat lagi kesibukannya dibanding tugas krida karena bebannya 5 sks dan surveynya 1 kelurahan, bukan 1 RW doang.

Biar ga penasaran, tugas ini mengharuskan kami untuk survey 1 RW di satu kelurahan tertentu. Sebelumnya dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu kelurahan Sumbersari dan Lowokwaru. Tiap-tiap kelurahan dibagi menjadi 6 sektor, sektor air bersih, perumahan, jalan, drainase, sanitasi dan sampah, dan sarana. Di tiap sektor ada yang namanya Tim Peta dan Tim Laporan. Gue sendiri menjadi bagian dari Tim Peta, yang kerjaannya cuma ngurusin peta demi kelancaran puncak tugas ini yaitu presentasi di depan dosen dan kakak-kakak senior. Akibatnya jadi anak peta mulu, tiap dapet jobdesk laporan, selalu kena revisi sama temen gue yang emang anak laporan.

PETA PERSEBARAN ENDAPAN

Salah satu peta yang di buat

Selain bikin peta, salah satu kerjaan gue dan kawan-kawan yang lain adalah asistensi dengan senior yang berujung revisi. Mau itu laporan atau peta pasti gak luput dari kata revisi yang datang dari mulut asisten.

Corat coret revisi. Sakitnya tuh dimana-mana

Corat coret revisi. Sakitnya tuh dimana-mana

Setelah krida, puncaknya adalah KKM (Kemah Kerja Mahasiswa) yaitu sebuah Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa teknik 2014 dibantu oleh kakak senior. Di KKM ada 3 proyek utama, yaitu rabat jalan (nge cor jalan yang udah di makadam), pembersihan drainase, sama penerangan jalan umum (masang-masang lampu). Lokasinya waktu itu di kecamatan Tajinan, Malang Selatan. Jadi yaa lumayan jauh dan memang lokasi proyek di desa-desa banget.

1423567773284

Ini dia rabat jalan. Gue ambil gambar di website FT

Naah, kelar KKM dan semua-muanya, akhirnya kita disambut sebagai Keluarga Besar Mahasiswa PWK. Disini kita wajib untuk meneruskan regenerasi Teknik dan PWK dengan mengikuti berbagai organisasi dan berkontribusi pada acara-acaranya.

Pulang dari Tajinan

Pulang dari Tajinan

Dan kemudian disambuuut.

1423929646530

Sebagian kecil. Masih botak tentu aja

Satu lagi, di PWK itu tugasnya bermacam-macam, dan paling sering itu survey-survey langsung ke lapangan. Contohnya di mata kuliah Kependudukan ada tugas untuk survey penduduk. Kebetulan daerah gue survey dapetnya di Blitar, tepatnya di kelurahan Sentul, kecamatan Kepanjen Kidul. Surveynya cuma survey Kartu Keluarga, sehabis itu datanya dicocokan apakah sama dengan data yang terdapat di kantor kelurahan. Hasilnya banyak yang beda karena masyarakat jarang yang memperbaharui KKnya sehingga data KK di kelurahan beda dengan data yang didapat dari survey langsung. Begitu kira-kira esensi dari tugas ini.

Selesai survey jalan-jalan ke museum Bung Karno

Selesai survey, jalan-jalan ke museum Bung Karno.

Jadi itu dia cerita kesibukan-kesibukan gue selama satu semester kemarin. Kesan gue tentu aja luar biasa 1 semester pertama gue kuliah. Kebersamaan, kekeluargaan, kekompakan, kecapekan, kekesalan, semua tumpah jadi satu. Enggak lupa pacar huahaha. Tapi karena disini bukan konteksnya, jadi enggak akan gue bahas lebih lanjut tentang pacar gue hohoho.

Nah, bagi yang bingung mau kuliah dimana, jurusan gue ini, di UB tentunya, udah berakreditasi A. UB akreditasi A, PWK pun begitu. Makanya buat yang masih kebingungan, gundah, galau gak punya pacar *eh, untuk nyari kuliah, jurusan ini bisa dimasukan dalam daftar pilihan yang sangat layak untuk dipertimbangkan.

Mungkin itu aja untuk postingan kali ini. Mohon maaf kalo updatenya kelamaan. Untuk update selanjutnya mungkin gue gak bisa sering-sering. Minimal sebulan sekali atau 2 minggu sekali lah. Doakan juga gue dan angkatan gue yang di semester 2 ini menghadapi studio permukiman kota, dimana menurut kakak tingkat adalah sebuah seleksi alam karena dari pengalaman-pengalaman lalu banyak banget yang keluar gara-gara ini. Tapi kalo berhasil ngelewatin studio ini, dialah seorang calon planner sejati πŸ˜€

Sekian postingan gue kali inii!

PWK '14

PWK ’14

Ruang kota rumah kita mahasiswa perencana!

1..2..3.. TEKNIK!!!

Advertisements