Tags

, , , , , ,

Sejak SD kita sudah diajari dan mengerti jika terdapat tugas atau kegiatan yang melibatkan orang banyak, kita diharuskan untuk membentuk baik itu 4, 5, hingga 10 orang. Terkadang kelompok-kelompok tersebut dipilihkan oleh guru dengan menentukan dari tempat duduknya ataupun dari nomor urut presensi kita. Terkadang juga kita bisa memilih sendiri kelompok yang kita inginkan agar saat kerja kelompok kita bisa lebih enjoy dan santai, bahkan agar meminimalisir perselisihan.

Sebagai mahasiswa PWK yang sarat akan kegiatan kelompok, malah hampir di setiap mata kuliah tugas-tugas yang diberikan oleh dosen merupakan tugas kelompok. Jadi saya sudah familiar banget dengan yang namanya kelompokan dan lain sebagainya. Bukan hanya dalam mengerjakan tugs saja yang butuh kelompokan, kegiatan-kegiatan lain seperti organisasi maupun kepanitiaan biasnya sering sekali mengadakan ‘kelompokan’ atau yang akrab disebut rapat.


Dalam semua kegiatan-kegiatan yang membutuhkan orang-orang lebih dari 2 itu, saya bisa bedakan menjadi 2 tipe. Yang pertama tipe “teman kerja” dan yang kedua adalah tipe “rekan kerja”

Bedanya apa sih 2 tipe itu? Kalau menurut KBBI, teman itu adalah kawan, sahabat dll. Sedangkan rekan adalah teman (dalam pekerjaan), teman didalam satu persekutuan atau perserikatan, dan hubungan timbal balik dalam dunia usaha atau dagang.

Jadi sudah jelas kan kalau teman kerja adalah hubungan pertemanan yang sudah lama kemudian memutuskan untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan bersama-sama bisa itu membangun bisnis bersama atau mengerjakan proyek. Rekan kerja adalah hubungan pertemanan yang didasari oleh suatu kegiatan atau pekerjaan yang sedang dilakukan,  yang biasanya kelompok rekan kerja dipilihkan oleh atasan. Tapi bukan berarti rekan kerja hanya dengan orang-orang yang bener-bener tidak dikenal, bisa juga dengan teman—entah itu teman sekantor, sekelas, sejurusan atau se-apapun itu yang tidak akrab dan tidak pernah hangout bareng.

Saya sendiri selama 4 semester menjalani perkuliahan, sudah pernah dapat ‘teman kerja’, ‘rekan kerja’, maupun keduanya. Dan sejauh yang saya jalani waktu itu, tidak ada masalah yang berarti. Sebenarnya sih, tidak serta merta ketika kamu mendapatkan ‘teman kerja’ maka kelompokmu akan menjadi kelompok yang aman, damai, tentram, dan tanpa gangguan. Lantas kelompok yang anggotanya adalah ‘rekan kerja’ bagi satu sama lain akan menjadi kelompok yang bakalan chaos setiap hari. Enggak. Kedua tipe itu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Biar lebih jelas, berikut ini saya jabarin kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tipe.

Kelebihan Teman Kerja

(+) Sudah jelas kelompok yang semuanya atau sebagian besar anggotanya adalah sahabat nongkrongmu, akan membuat kelompok tersebut menjadi ramai, have fun, dan meminimalisir perselisihan yang ada.

(+) Perbedaan pendapat yang ada biasanya hanya perselisihan ringan dan seringkali bisa di atasi dengan kepala dingin dan suasana yang santai mengingat orang-orang yang berbeda pendapat itu adalah sahabat-sahabatmu di kampus atau lingkungan kerja.

(+) Pekerjaan ataupun tugas-tugas yang bejibun terasa ringan karena suasana setiap kelompokan selalu dengan suasana yang riang gembira.

Kekurangan Teman Kerja

(-) Karena kelompokmu adalah teman dekat bahkan sahabatmu, maka tidak ada lagi batas imajiner berupa “enggak enakan”. Biasanya sering terpikir “Tidak apa-apa jobdesc-nya dikirimkan telat, toh temen nongkrong, tinggal minta maaf kelar”. Akibatnya kerjaan molor-molor terus.

(-) Perbedaan pendapat memang bisa di minimalisir. Tapi jika tiba perbedaan pendapat yang bener-bener mempunyai pengaruh besar terhadap kelompok, bukan tidak mungkin perselisihan tersebut membuat kelompok menjadi hancur dan buyar. Bukan hanya kelompoknya, tapi juga hubungan persahabatan yang sudah dipupuk dari awal bisa ikut hancur.

Nah, tidak adil rasanya kalau tidak membahas kelebihan dan kekurangan dari tipe rekan kerja.

Kelebihan rekan kerja

(+) Kelompokmu bukan orang-orang yang akrab. Jadinya pasti terdapat batas imajiner “enggak enakan” dimana pasti bakal tidak enak sama orang yang kita tidak akrab kalau sampe telat mengumpulkan jobdesc. Akibatnya ya bikin tugas-tugas cepat kelar.

(+) Perselisihan memang pasti ada, tapi kadangkala karena ketidaksepahaman tersebut malah membuat kelompok jadi makin menyatu. Sebabnya karena orang-orang yang tidak akrab akan merasa perlu untuk memperbaiki situasi kelompoknya. Hasilnya walaupun pertengkaran hebat tidak terelakkan, tapi ujung-ujungnya kelompok jadi makin erat.

Kekurangan rekan kerja

(-) Seperti yang ditulis sebelumnya, perselisihan, perbedaan pendapat, dan ketidaksepahaman antar individu pasti mewarnai di setiap kelompokan karena orang-orang didalamnya bukan orang-orang yang kenal akrab.

(-) Karena banyak lika liku selama kelompokan, maka anggota kelompok jadi malas untuk datang kelompokan. Pasti tidak nyaman kelompokan dengan suasana yang panas. Tugas-tugas atau pekerjaan pun jadi molor.

Gimana? Ternyata mendapatkan kelompok ‘rekan kerja’ pun tidak akan semerana yang dibayangkan mengingat dampak kurang enak yang akan dialami kelompok ‘teman kerja’ apabila terjadi perselisihan yang besar sekali saja.

Jadi apa saja tipe kelompokmu, keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan yang maisng-masing saling berkaitan. Dan yang harus diingat;

“Seorang sahabat bahkan akan tidak mau saling sapa ketika perselisihan besar datang menerpa. Sedangkan seorang musuh bisa menjadi teman yang akrab ketika perbedaan pendapat justru membuat mereka semakin maju”

Itu saja untuk postingan kali ini. Stay tuned at rahadjars.com !

Advertisements